Wednesday, September 30, 2009

Pakai Lux Meter untuk Pilih Lampu yang Tepat

Lux meter adalah alat untuk mengkur tingkat pencahayaan ruangan. Dengan alat ini, kita dapat mencegah pemborosan ketika akan memilih lampu. Dengan alat ini pula kita memiliki alasan yang tepat untuk mengganti lampu yang terlalu terang atau terlalu redup.


Biasanya, kita ingin mendapatkan kenyamanan dalam sebuah ruangan. Kenyamanan tersebut dapat ditentukan dari tingkat suhu dan tingkat pencahayaan yang kita harapkan. Bila suhu ruangan dapat kita ukur dengan termometer, maka tingkat pencahayaan dapat diukur dengan lux meter. Kebutuhan pencahayaan berbeda di setiap ruangan. Aktifitas dan pekerjaan yang dilakukan akan mempengaruhi kebutuhan pencahayaan ruangan.

Misalnya, kita hanya butuh cahaya yang untuk membaca, maka kita tidak perlu menyediakan cahaya yang dibutuhkan untuk menggambar arsitek. Namun, ruang baca membutuhkan tingkat pencahayaan lebih besar dibandingkan ruang tidur. Demikian halnya, ruang komputer membutuhkan tingkat pencahayaan lebih besar dari pada kamar mandi.Tujuan penggunaan lux meter adalah agar tingkat pencahayaan ruangan sesuai dengan fungsi ruangan. Fungsi ruangan yang dimaksud adalah jenis aktifitas yang dilakukan di dalam ruangan tersebut.Bila tingkat pencahayaan ruangan telah sesuai dengan fungsinya, dan ruangan tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup untuk suatu pekerjaan tertentu, berarti efisiensi energi untuk penerangan telah dicapai.Badan Standarisasi Nasional telah membuat standar tingkat pencahayaan rata-rata. Hal ini telah tertuang dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) nomor 03-6197-2000 tentang konservasi energi pada sistem pencahayaan. SNI tersebut menyebutkan tingkat pencahayaan yang dianjurkan untuk masing-masing fungsi ruangan.


Cara Penggunaan Lux Meter

Lux meter bekerja dengan sensor cahaya. Lux meter cukup diletakkan di atas meja kerja atau dipegang setinggi 75 cm di atas lantai. Layar penunjuknya akan menampilkan tingkat pencahayaan pada titik pengukuran. Setelah mendapatkan nilai pencahayaan ruangan tersebut, bandingkanlah nilai tersebut dengan standar yang tertera pada SNI di atas.Bila nilai tingkat pencahayaan ruangan jauh lebih tinggi dari standar, maka kita berpotensi untuk menghemat energi dengan cara mengganti lampu dengan daya listrik lebih rendah atau mematikan sebagian lampu ruangan yang ada.

Bia nilai tingkat pencahayaan ruangan jauh lebih rendah dari standar, maka sebaiknya kita mengganti lampu tersebut dengan lampu yang lebih terang.Lux meter akan memandu kita menentukan lampu yang tepat untuk dipasang pada setiap ruangan. Sehingga, dihasilkan tingkat pencahayaan yang sesuai standar. Tingkat pencahayaan yang sesuai standar akan menjaga kualitas pekerjaan serta kesehatan mata kita.
READ MORE - Pakai Lux Meter untuk Pilih Lampu yang Tepat

Tuesday, June 9, 2009

Refrigerant Musicool HidroCarbon (HC)



Seperti yg kita ketahui sekarang ini banyak sekali isu-isu krisis yang melanda negeri kita ini, mulai dari perubahan iklim yang tidak menentu, ROB di sepanjang Pantai Utara Jawa, banjir, krisis listrik, Air dan BBM. Saya ingin membahas hal tersebut dari salah satu penyebabnya , yaitu CFC, HFC dan HCFC (C-Chloro, F-Fluor, C-Carbon, H-Hydro) atau disini biasa dikenal dengan istilah FREON (Syntetic Refrigerant). Chlor adalah gas yang merusak lapisan ozon sedangkan Fluor adalah gas yang menimbulkan efek rumah kaca. Global warming potential (GWP) gas Fluor dari freon adalah 510, artinya freon dapat mengakibatkan pemanasan global 510 kali lebih berbahaya dibanding CO2, sedangkan Atsmosfir Life Time (ALT) dari freon adalah 15, artinya freon akan bertahan di atsmosfir selama 15 tahun sebelum akhirnya terurai.

Sudah saatnya kita sekarang mengurangi penggunaan CFC,HFC dan HCFC dalam mesin-mesin pendingin kita, khususnya untuk Gedung-gedung bertingkat, perkantoran, mal dan industri. Sekarang ini sudah ada bahan pendingin alternatif pengganti freon yaitu Hydrocarbon Refrigerant (Natural Refrigerant). Merek dan jenis HC yang beredar di Indonesia cukup banyak, seperti Musicool, Hychill, Safe, Duracool, Hycool, dll. HC yang saya bahas disini adalah Musicool, karena Musicool adalah produk dalam negeri, salah satu produk Pertamina yang dibuat di Unit Pengolahan III, Plaju, Sumsel di tepi sungai Musi.

Musicool adalah refrigerant dengan bahan dasar hydrocarbon alam dan termasuk dalam kelompok refrigerant ramah lingkungan, dirancang sebagai alternatif pengganti freon yang merupakan refrigerant sintetic kelompok halokarbon; CFC R-12, HCFC R-22 dan HFC R-134a yang masih memliki potensi merusak alam.

Musicool telah memenuhi persyaratan teknis sebagai refrigerant yaitu meliputi aspek sifat fisika dan termodinamika, diagram tekanan versus suhu serta uji kinerja pada siklus refrigerasi. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan beban pendingin yang sama, MUSICOOL memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan refrigerant sintetic. diantaranya beberapa parameter memberikan indikasi data lebih kecil, seperti kerapatan bahan (density), rasio tekanan kondensasiterhadap evaporasi dan nilai viskositasnya, sedangkan beberapa parameter lain memberikan indikasi data lebih besar, seperti efek refrigeras, COP, kalor laten dan konduktivitas bahan.

KEUNGGULAN PRODUK

  1. Ramah Lingkungan dan Nyaman, MUSICOOL tidak beracun, tidak membentuk gum, nyaman dan pelepasannya ke alam bebas tidak akan merusak lapisan ozon dan tidak menimbulkan efek pemanasan global.
  2. Hemat Listrik/Energi, MUSICOOL mempunyai sifat termodinamika yang lebih baik sehingga dapat menghemat pemakaian listrik/energy hingga 25% dibanding dengan refrigerant fluorocarbon pada kapasitas mesin pendingin yang sama.
  3. Lebih Irit, MUSICOOL memiliki sifat kerapatan yang rendah sehingga hanya memerlukan sekitar 30% dari penggunaan refrigerany fluorocarbon pada kapasitas mesin pendingin yang sama.
  4. Pengganti Untuk Semua, MUSICOOL dapat menggantikan refrigerant yang digunakan selama ini tanpa mengubah atau mengganti komponen maupun pelumas.
  5. Memenuhi Persyaratan International, Musicool memenuhi baku mutu internasional dalam pemakaian maupun implikasi yang menyertainya.
Dengan mengganti bahan pendingin mesin AC kita dengan Hydrocarbon, berarti ada beberapa isu yang terselesaikan, yaitu: kerusakan lapisan ozon, pemanasan global dan penghematan listrik/energy.

MUSICOOL SEBAGAI REFRIGERANT ALTERNATIF

  • Memiliki Sifat Fisika dan Thermodinamika yang lebih baik
  • Sangat ramah lingkungan, tidak merusak lapisan Ozon dan tidak menimbulkan Efek Rumah Kaca
  • Familiar dengan kehidupan manusia
  • Kompatible terhadap semua mesin pendingin yang biasa menggunakan Refrigeran Sintetis
  • Tidak merusak komponen Mesin AC
  • Tidak perlu penggantian komponen peralatan AC
  • Produk dalam negeri (Pertamina), bahan baku banyak, Supply terjamin, serta Backup teknis tersedia
Aspek Ekonomis Musicool

Refrigerant Sintetis (Freon)

Sebagai akibat dari kelemahan teknis sebagaimana disebutkan diatas, maka di lihat dari sisi ekonomis, pemakaian refrigerant sintetis Freon menagkibatkan kerugian, antara lain :
  • Pemakaian refrigerant lebih banyak -> biaya pemeliharaan (maintenance cost) menjadi tinggi
  • Kerja kompresor lebih berat -> kompresor cepat rusak -> biaya pemeliharaan (maintenance cost) menjadi tinggi
  • Kerja komproser berat -> umur peralatan lebih pendek -> Biaya Penyusutan lebih besar -> replacement lebih cepat -> cashflow terganggu
  • Pemakaian energi (listrik/bahan bakar) lebih banyak -> Biaya Listrik/bahan bakar tinggi -> Biaya operasional tinggi
MUSICOOL Refrigerant

Dengan keunggulan teknis yang dimiliki oleh refrigerant Musicool, maka effeknya terhadap aspek ekonomis cukup besar :

  • Konsumsi tenaga listrik lebih rendah (turun hingga 25%) -> Biaya pemakaian listrik secara otomatis turun dengan angka yang sama
  • Kerja kompresor lebih ringan -> Biaya pemeliharaan (Maintenance Cost) lebih kecil
  • Umur pemakaian (life time) lebih lama -> Biaya pemeliharaan lebih kecil -> Biaya
  • Penyusutan Aktiva lebih kecil -> Replacement lebih lama -> Cash flow menjadi longgar
  • Bobot refrigerant yang terpakai lebih ringan (hanya 30%-40% dari bobot refrigerant sintetis), maka biaya pemakaian bahan pendingin menjadi lebih rendah

Aspek Teknis Musicool

Refrigerant Sintetis (Freon)

Dilihat dari Sifat Fisika dan Thermodinamika, refrigerant jenis sintetis memiliki beberapa kelemahan teknis yang berpengaruh pada kerugian secara ekonomis, antara lain :


  • Kerapatan (density) dan kekentalan (viscosity) yang cukup tinggi -> menyebabkan Berat Jenis menjadi tinggi.
  • Berat Jenis yang tinggi berpengaruh terhadap :
  1. Berat (bobot) refrigerant -> menjadi tinggi
  2. Pemakaian refrigerant lebih banyak
  3. Kerja kompresor menjadi lebih berat
  4. Pemakaian energi (listrik/bahan bakar) lebih banyak
  • Calor Laten yang rendah -> berpengaruh terhadap effek pendinginan
  1. Proses pendinginan lebih lambat
  2. Temperature pada evaporator (udara keluar) relatif kurang dingin

MUSICOOL Refrigerant


Keunggulan Musicool secara teknis adalah merupakan kebalikan dari kelemahan teknis yang dimiliki oleh refrigerant sintetis Freon.
Dari Sifat Fisika dan Thermodinamika yang dimilikinya, maka refrigerant alamiah Musicool mempunyai kelebihan dibandingkan dengan refrigerant sintetis Freon, yaitu :

  • Merupakan refrigerant alternatif pengganti refrigerant sintetis
  • Mudah ditangani karena mempunyai tekanan kerja yang sama dengan refrigerant sintetis
  • Dengan kerapatan (density) dan kekentalan (viscosity) yang lebih kecil, maka :

  • Berat Jenis lebih kecil -> Berat (bobot) refrigerant lebih kecil
  • Kerja kompresor lebih ringan
  • Pemakaian energi (listrik) untuk menggerakan kompresor lebih kecil
  • Karena kerja kompresor lebih ringan, maka umur pemakaian menjadi lebih lama

  • Dengan sifat thermodinamika yang lebih baik, maka Effek refrigerasi menjadi
    lebih baik :
  • Proses pendinginan lebih cepat
  • Temperatur udara keluaran pada evaporator lebih rendah/dingin

Keunggulan teknis tersebut diatas berakibat positif pada aspek ekonomi/financial.

Musicool Refrigerant Hydrocarbon juga sudah mengikuti prosedur keamanan dan keselamatan pada :

  • British Standard/BS 4434 : 1995 safety and environmental aspect in the design, construction and installation of refrigerating system and appliances.
  • AS/NZS-1677 : refrigeration and air Conditioning safety for the use of all refrigerant, including hidrocarbons.
  • Standar Nasional Indonesia (SNI)
  • SNI 06-6500-2000 : Aturan Keamanan Penggunaan Refrigerant pada Instalasi
    Tetap.
  • SNI 06-6511-2000 : Pedoman Keamanan Pengisian, Penyimpanan dan Transportasi
    Refrigerant Hidrokarbon.
  • SNI 06-6512-2000 : Pedoman Praktis Pemakaian Refrigerant Hidrokarbon Pada
    mesin Tata Udara Kendaraan Bermotor.


sumber : http://www.globalindoprima.com/
READ MORE - Refrigerant Musicool HidroCarbon (HC)

Hydrocarbon Refrigerant - Bahan Pendingin Hidrokarbon


Synthetic Refrigerant, seperti :

- Chloro Fluoro Carbon, dikenal dengan CFC
- Hydro Chloro Fluoro Carbon, dikenal dengan HCFC
- Hydro Fluoro Carbon, dikenal dengan HFC
yang di Indonesia lebih familiar dengan nama Freon. Freon sudah diaplikasikan di Indonesia selama lebih dari 70 tahun. Yang ternyata kemudian ditemukan bahwa dari ketiga jenis gas ini mempunyai kelemahan, baik secara teknik, lingkungan dan ekonomi, dan yang paling penting dari semua itu, refrigeran sintetic sangat membahayakan mahluk hidup baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
Pemerintah Indonesia telah melarang dan membatasi penggunaan ketiga jenis refrigeran ini, yang, yang secara praktek dimulai dari tahun 2007. Akibat adanya peraturan baru ini, maka harus ada alternatif pengganti refrigeran yang ramah lingkungan, maka dibuatlah refrigeran alami yang ramah lingkungan, yaitu Hydrocarbon Refrigerant.
Hydrocarbon Refrigerant dibuat untuk menggantikan refrigeran-refrigeran lain yang sangat merusak lingkungan.


HC-12® - diproduksi sebagai pengganti refrigerant CFC R12 yang merusak ozon dan refrigeran HFC R134a yang meagakibatkan pemanasan global.
MC-134® - diproduksi sebagai penganti bahan pendingin HFC R134a yang masih menimbulkan Pemanasan Global
HC-22® - diproduksi sebagai pengganti refrigerant HCFC R22 yang merusak ozon.
HC-600® - diproduksi sebagai pengganti refrigerant CFC R600 yang merusak ozon.

MENGAPA HARUS HYDROCARBON REFRIGERANT

Harga energi yang berasal dari BBM dan Listrik, akan terus meningkat sejalan dengan semakin langkanya sumber energi yang berasal dari minyak bumi (tak terbarukan).
Selain mengupayakan mencari sumber energi baru (diversifikasi) maka sumber energi yang ada perlu dihemat melalui program penghematan energi (konservasi energi).
Perubahan iklim global yang berdampak pada tatanan kehidupan dipermukaan bumi yang dipengaruhi oleh perubahan struktur lapisan ozon & efek rumah kaca di atmosfir yang disebabkan oleh bahan-bahan yang dilepas dari bumi.
Kepedulian Lingkungan & Energi telah menjadi perhatian global dalam perumusan berbagai kebijakan pembangunan di setiap Negara, termasuk di Indonesia.
Dan salah satu bahan-bahan yang meyebababkan hal tersebut adalah terlalu banyaknya penggunaan meningkatnya syntetic refrigerant atau bahan pendingin buatan, yaitu bahan pendingin/refrigerant yang mengandung H (Hidro), C (Chloro), F (Fluoro) dan C (Carbon) atau lebih dikenal dengan HCFC dan CFC dan di Indonesia lebih dikenal dengan istilah Freon (R-12, R22, R134a).

Bahan Pendingin yang mengandung Fluor (Freon)

1. R-12, CFC (Chloro Fluoro Carbon)
Refrigerator (Kulkas)
Water Dispenser
AC Mobil (<>

2. R-22, HCFC (Hidro Chloro Fluoro Carbon)
AC Ruangan/Gedung (AC Split, AC Window)
AC Sentral/Chiller

3. R-134a, HFC (Hidro Fluoro Carbon)
Refrigerator (Kulkas)
Water Dispenser
AC Mobil (<>
AC Central/Chiller

Kelemahan bahan Pendingin Sintetis (CFC, HFC, HCFC)

1. CFC – R12 dan HCFC – R22
Merusak Lapisan Ozon
Menimbulkan Pemanasan Global
Beracun

2. HFC – R134a
Menimbulkan Pemanasan Global
Beracun

Apa yang Dilakukan Untuk Mengurangi Pemanasan Global dan Efek Rumah Kaca
Tidak menggunakan bahan pendingin sintetis pada peralatan pendingin (AC, Kulkas, dll) di rumah tangga.
Menggunakan bahan pendingin alternative pengganti yang ramah lingkungan, dan di pasaran sudah tersedia bhan pendingin hydrocarbon, baik produk dalam negeri (Pertamina) ataupun import.

PERKEMBANGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

1. Di Bidang Energi


Inpres No. 10 / 2005 tentang penghematan energi
  • Peraturan Menteri ESDM No. 031 / 2005 tentang tata cara pelaksanaan penghematan energi.
  • 2. Penghapusan Bahan Perusak Ozon (BPO) & Gas Rumah Kaca (GRK)


    • Keppres RI No. 23 / 1992 (mengenai perlindungan lapisan ozon)

    • UU No. 17 / 2004 (mengenai Pemanasan Global)
    3. Pengutamaan penggunaan produk dalam negeri


    • Nota Nesepakatan antara Menteri Perindustrian & Menteri Negara BUMN No. 581/MBU/2005

    • Surat edaran Meneg BUMN kepada Direksi BUMN hal penggunaan produk lokal
    DIBIDANG ENERGI


    • Inpres No. 10 / 10 Juli 2005 & Inpres No. 02 Tahun 2008, Tentang Penghematan Energi
      Penghematan pendingin ruangan (AC) di gedung perkantoran dan/atau bangunan yang dikelola pemerintah, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD,

    • Peraturan Menteri ESDM No. 0031/ 22 Juli 2005 → Tentang Tata Cara Penghematan Energi yang terkait dengan AC a.l :
      Pengaturan setting temperatur AC dan waktu pengoperasian
      Penggunaan produk dan teknologi hemat energi

    • Peraturan pemerintah No. 36 tahun 2005, tentang pengaturan pelaksanaan UU No. 28 tahun 2002, tentang “Bangunan Gedung”, tgl 10 September 2005.
    DIBIDANG LINGKUNGAN HIDUP


    Keputusan Presiden RI No. 23 tahun 1992, ditindaklanjuti dengan
  • SK Memperindag RI No. 110/MPP/Kep/1/1998

  • SK Memperindag RI No. 111/MPP/Kep/1/1998, tentang Batas penggunaan CFC/Freon : 2007

  • UU RI No. 17 / 2004, tentang perubahan iklim termasuk pembatasan Emisi gas rumah kaca.

  • Peraturan Presiden RI No. 33 tahun 2005, Beijing Amandment, pengendalian produksi dan perdagangan HCFC
  • DIBIDANG PENGUTAMAAN PRODUK DALAM NEGERI


    • Surat Edaran Menteri Negara BUMN kepada Direksi BUMN No. SE-02/BBU/2006 tgl 23 Januari 2006, Perusahaan BUMN & Anak perusahaan dilingkungan BUMN mengutamakan produk dalam negeri

    • Nota kesepakatan antara Menteri Perindustrian dan Menteri Negara BUMN No. 522/M-IND/12/2005 dan No. 581/MBU/2005 tanggal 28 Desember 2005, Pengutamaan penggunaan produk dalam negeri

    sumber : http://globalindoprima.blogspot.com
    READ MORE - Hydrocarbon Refrigerant - Bahan Pendingin Hidrokarbon

    Refrigerant Blossom HidroCarbon (HC)


    Apa itu Refrigerant “ Blossom “?
    Refrigerant “Blossom” adalah refrigerant ( bahan pendingin ) jenis HidroCarbon (HC) pengganti refrigerant konventional “freon” ( CFC/ HCFC/ HFC ), yang ramah lingkungan, hemat energi dibandingkan dengan freon yang digantikannya.

    Apa keuntungan menggunakan Refrigerant “ Blossom “ pada peralatan pendingin/ AC ruangan/ AC mobil?

    1. Dapat menurunkan konsumsi tenaga listrik/ mesin hingga 25%.
    Mengapa konsumsi/ pemakaian tenaga listrik/ mesin bisa turun ? Karena Refrigerant Blossom memiliki berat jenis (BJ) lebih ringan dibandingkan freon (hanya 40% dari BJ freon), karena kerapatan maupun viskositas cairan jenuh dan uap jenuh dari refrigerant Hidrocarbon (HC) lebih kecil dari pada freon, sehingga tenaga yang digunakan untuk menggerakkan kompresorpun lebih kecil.

    2. Tidak perlu penambahan dan atau penggantian sparepart (komponen).
    Mengapa tidak memerlukan penggantian komponen/ oli? Karena sifat fisikanya, refrigerant Blossom sudah sesuai dan familiar dengan konstruksi, komponen maupun oli dari mesin yang biasa menggunakan refrigerant freon.

    3. Kerja kompresor lebih ringan, sehingga kompresor lebih awet dan khusus pada AC mobil membuat kerja mesin tidak terlalu berat.
    Mengapa kerja kompresor lebih ringan? Karena refrigerant Blossom yang digunakan lebih ringan, maka kerja kompresor menjadi lebih ringan pula, sehingga umur pemakaian (life time) kompresor lebih lama.

    4. Effek pendinginan lebih baik.
    Mengapa effek pendinginan lebih baik? Kalor laten penguapan pada NBP (normal boiling point) dari refrigerant Blossom lebih besar dari refrigerant freon, sehingga pengambilan panas pada saat penguapan lebih cepat. Bagaimana dengan kualitas (hasil) pendinginan yang dicapai ? Hasil pendinginan yang dicapai minimal sama bahkan lebih baik dari freon, karena sifat fisika dan termodinamika refrigerant Blossom lebih baik dari freon.

    5. Ramah lingkungan.
    Mengapa Refrigerant Blossom ramah lingkungan? Karena refrigerant Blossom sangat alamiah, hanya terdiri dari unsur Hidrogen ( H ) dan Carbon ( C ), yang sangat mudah bersenyawa dengan udara.

    Refrigerant “BLOSSOM” menghemat Rp 21.535.000,- per tahun, sekitar 20%.
    Biaya listrik yang dihemat sebesar Rp. 21,5 juta per tahun per 100 unit AC dengan kapasitas masing-masing 1 PK ,dengan jam operasional AC masing-masing 8 jam per hari.


    Refrigerant Blossom memberikan garansi

    Sebagai jaminan akan kualitas produk “BLOSSOM”, kami memberikan garansi sbb:

    * Garansi penghematan diatas 15%
    * Garansi kualitas pendinginan ( cooling capacity ) lebih baik atau minimum sama dengan sebelumnya

    Dengan “BLOSSOM” umur compressor lebih panjang
    Secara teori “BLOSOM” yang memiliki berat jenis hanya 30% dibandingkan dengan bahan pendingin konvensional ( Freon ) maka kerja compressor akan lebih ringan dibandingkan sebelumnya yang tentunya dampak dari hal tersebut akan menyebabkan:

    * Hemat energy karena kerja motor menjadi ringan
    * Karena kerja compressor yang ringan maka secara teori usia pakai compressor akan lebih panjang

    Keunggulan-keunggulan “BLOSSOM”:
    Blossom sebagai bahan pendingin alternative telah memenuhi persyaratan teknis sebagai refrigerant . adapun persyaratan teknis yang dimaksud adalah aspek sifat Fisika dan thermodinamika, diagram tekanan versus suhu serta uji kinerja pada refrigerasi. Dari hasil uji teknis menunjukkan bahwa Blossom memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan refrigerant sistetis sbb:

    + Beberapa parameter memberikan indikasi data lebih kecil, seperti :

    * Kerapatan bahan ( density ) lebih kecil vs refrigerant sintetis
    * Rasio tekanan kondensasi terhadap evaporasi lebih kecil vs refrigerant sintetis
    * Nilai viskositas lebih kecil vs refrigerant sintetis

    + Beberapa parameter memberikan indikasi data lebih Besar, seperti:

    * Efek Refrigerasi lebih Besar vs refrigerant sintetis
    * COP ( Coefisien of Performance ) lebih Besar vs refrigerant sintetis
    * Kalor Laten lebih Besar vs refrigerant sintetis
    Apabila pembaca ada informasi refrigerant hydrocarbon lain, mohon diindormasikan.
    READ MORE - Refrigerant Blossom HidroCarbon (HC)

    Monday, May 4, 2009

    TIPS HEMAT ENERGI & LISTRIK


    Persiapkan Diri Anda

    Kehidupan modern memungkinkan manusia hidup dalam suasana yang nyaman dan serba praktis. Hal ini semua dimungkinkan dengan adanya energi listrik. Dengan berbagai jenis peralatan listrik, energi listrik dapat diubah menjadi energi putar, panas, cahaya, serta sinyal audio-video, sesuai kebutuhan. Proses perubahan energi hingga listrik siap pakai di rumah-rumah atau di kantor-kantor membutuhkan biaya. Besarnya biaya yang harus disediakan tergantung dari jumlah tenaga listrik yang dimanfaatkan, atau sering disebut dengan jumlah kWh terpakai.

    Kiat Menghemat Energi Listrik di Rumah TanggaMendengar tidak sama dengan melihat dan melihat tidak sama dengan melakukan. Ajaran seindah apapun tidak akan ada gunanya jika tidak dilakukan. Sayangilah listrik anda, mulailah dengan menggunakannya dengan hemat dengan menjalankan tips-tips berikut.

    Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah tangga, antara lain : Menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah Tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1300 VA. Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat listrik, seperti: Menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan. Menggunakan alat-alat listrik secara bergantian. Menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif). Peralatan listrik rumah tangga pada umumnya sudah dirancang untuk pemakaian listrik yang hemat, namun pada prakteknya masih ditemukan pemborosan energi listrik. Hal ini dapat terjadi antara lain karena penggunaan peralatan dengan cara yang kurang tepat.

    Langkah-langkah Penggunaan Peralatan Listrik Rumah Tangga Dalam Menghemat Pemakaian Energi Listrik


    PENGHEMATAN ENERGI PADA PENCAHAYAAN



    • Padamkan lampu apabila ruangan tidak dipakai.

    • Padamkan lampu pada siang hari.

    • Kurangi penerangan listrik yang berlebihan.

    • Atur letak perabot agar tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.

    • Menyalakan lampu halaman/taman bila hari benar-benar telah mulai gelap.

    • Matikan lampu halaman/taman bila hari sudah mulai terang kembali.

    PENGHEMATAN ENERGI PADA TATA UDARA ( AC )





    • Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.

    • Gunakan kapasitas AC yang tepat dan efisien.

    • Gunakan pengatur waktu (timer) agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan.

    • Kontrol temperature dengan termostat.

    • Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung.

    • Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup agar kelembaban cukup rendah.

    • Hindari menempatkan sesuatu yang menghalangi sirkulasi udara.

    • Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur.

    • Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.

    • Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung, agar efek pendingin tidak berkurang.

    • Gantilah bahan pendingin yang dipakai (freon) dengan bahan pendingin hemat listrik (hydrocarbon refrigerant), sehingga bisa menurunkan listrik s/d 25% dari AC.

    • Matikan AC bila ruangan kosong dalam jangka waktu relatif lama.




    PENGHEMATAN ENERGI PADA POMPA AIR



    • Gunakan bak penampungan air (menyimpan air di posisi atas).

    • Gunakan pelampung air di penampungan.

    • Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran dan pipa.

    • Sering terjadi pompa bekerja terus menerus, padahal tidak ada pemakaian. Penyebabnya adalah sebagai berikut :



    • Rele tekan ( pressure switch ) tidak bekerja.

    • Instalasi pipa air di dalam bangunan ada yang bocor.

    • Kran air tidak ditutup sempurna atau rusak.

    PENGHEMATAN ENERGI PADA MESIN CUCI



    • Menggunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitas.

    • Kapasitas berlebih mengakibatkan perlambatan perputaran mesin dan menambah beban pemakaian listrik.

    • Kapasitas yang kurang menyebabkan tidak efisien, karena mesin cuci tersebut menggunakan energi yang sama.

    • Gunakan pengering hanya pada cuaca mendung/hujan. Bila cuaca cerah, sebaiknya memanfaatkan sinar matahari.



    PENGHEMATAN ENERGI PADA LEMARI PENDINGIN



    • Memilih lemari es dengan ukuran / kapasitas yang sesuai.

    • Pintu lemari es ketika menutup harus selalu tertutup rapat.

    • Isi lemari es harus sesuai dengan kapasitas (Jangan terlalu sesak).

    • Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas (kompor, sinar matahari langsung).

    • Tempatkan lemari es min. 15 cm dari tembok, agar sirkulasi udara ke kondensor baik.

    • Hindari penempatan bahan makanan / minuman yang masih terlalu panas.

    • Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan. Karena semakin rendah temperatur ,semakin banyak energi listrik yang digunakan.

    • Ganti karet isolasi pada pintu / kabinet secepatnya apabila rusak.

    • Membersihkan kondensor ( terletak dibelakang lemari es ) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan dengan baik.

    • Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.



    PENGHEMATAN ENERGI PADA SETRIKA



    • Atur penggunaan tingkat panas yang disesuaikan dengan bahan yang diseterika (sutera, wol, polyster, katun dan sebagainya).

    • Bersihkan sisi besi bagian bawah seterika secara teratur agar penghantaran panas berlangsung baik

    • Menyeterika sekaligus banyak jangan hanya satu atau dua potong pakaian.

    • Mematikan seterika bila akan ditinggal cukup lama.



    PENGHEMATAN ENERGI LAINNYA



    • Kurangi pemakaian listrik pada waktu beban puncak pada jam 18.00 - 22.00

    • Gunakan Peralatan Listrik Hemat Energi

    • Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.

    • Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta perlatan audio visual lainnya, bila tidak ditonton atau didengarkan.

    • Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.

    • Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.

    • Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan

    • Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.

    • Bersihkan secara periodik bola lampu / tabung lampu beserta reflektornya agar supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.



    (Sumber plnbali)

    READ MORE - TIPS HEMAT ENERGI & LISTRIK

    Sunday, May 3, 2009

    BEBERAPA CARA BARU PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK


    Pengantar.

    Kenaikan harga riil listrik tidak bisa dihindarkan. Kenaikan harga listrik dunia rata-rata 7% setahun, sedangkan Indonesia sudah dicanangkan akan ada kenaikan 6% tiap 4 bulan. Salah satu alasan kenaikan harga ini adalah untuk membangun pembangkit baru guna mencukupi kebutuhan kenaikan konsumsi listrik. Jika setiap konsumen bisa menghemat antara 5 ? 10% saja, maka ada kemungkinan pada tahun ini tidak diperlukan pembangkit baru. Pemerintah bisa ikut berperan untuk mendukung program penghematan energi ini dengan memberikan insentif pada pelaksanaannya. Sesungguhnya program hemat energi ini memberikan keuntungan pada semua pihak, konsumen bisa mengurangi pembayaran rekening, perusahaan listrik tidak dikejar-kejar bikin pembangkit baru, pemerintah bisa mengurangi jumlah rencana hutang. Program penghematan listrik adalah bukan sekedar masalah teknis semata, melainkan merupakan pertimbangan dan keputusan manajemen, terutama ditinjau dari segi keuangan. Uraian di bawah ini terutama ditujukan untuk para pemakai listrik yang besar dengan rekening listrik diatas Rp100 juta per bulan.


    Bagaimana Caranya?
    Secara garis besar cara penghematan pemakaian energi dapat dibagi dalam 5 kategori yaitu:

    1. Peninjauan ulang sistem teknis dan perbaikan arsitektur bangunan.
    Dari hasil studi, statistik dan pengukuran pada sejumlah gedung bertingkat di Jakarta diperoleh fakta bahwa beban listrik untuk AC rata-rata mencapai sekitar 60% dari seluruh pemakaian listrik. Fokus penghematan harus diarahkan pada sistem pendinginan ini, misalnya memilih/mengganti unit AC dengan yang mempunyai EER rendah atau memperbaiki sistem aliran refrigerant agar bisa lebih hemat listrik, dan mengurangi beban pendinginan. Salah satu beban pendinginan yang besar adalah sinar matahari yang langsung masuk ke dalam ruang, terutama antara jam 10 pagi sampai jam 15. Dengan memasang penghalang sinar matahari pada sisi timur dan barat di luar gedung pada sudut jam 10 dan jam 14, akan bisa sangat mengurangi secara drastis beban pendinginan. Pemasangan vertical blind di dalam gedung tidak ada artinya bagi mesin AC, karena radiasi sinar matahari sudah terlanjur masuk ke dalam ruang dan akan tetap menjadi beban mesin AC. Perambatan panas matahari melalui dinding dapat dikurangi dengan menambah isolator panas. Isolator panas yang cukup baik adalah udara. Pemakaian dinding dobel dengan jarak antara dinding sekitar 10 cm akan sangat menghambat perambatan panas. Pemakaian batako pres dengan rongga udara di bagian tengah juga bisa mengurangi perambatan panas. Udara dingin yang keluar atau udara panas yang masuk sama-sama memboroskan energi. Dengan melakukan peninjauan ke lapangan, ke setiap ruang, selalu akan dapat diperoleh beberapa lubang kebocoran udara dingin dengan udara panas yang harus segera ditutup. Hasil pengukuran di pintu lobi hotel yang dibiarkan terbuka pada siang hari, dan udara dingin keluar, menunjukkan pemborosan sebesar 5000 watt, yang setara dengan 10 bh rumah rakyat KPR-BTN. Pemasangan pintu tutup otomatis, pintu putar atau alat ?air curtain? bisa mengatasi masalah ini.

    2. Perbaikan prosedur operasionil secara manual.
    Beberapa prosedur operasional yang dapat dengan mudah dilaksanakan antara lain: mewajibkan kepada para pemakai gedung untuk selalu mematikan lampu atau AC jika sedang tidak ada orang, mematikan lampu yang dekat jendela kaca pada siang hari, tidak menyalakan pompa pada jam 18-23 karena harga listrik lebih mahal, selalu menutup pintu dan jendela yang memisahkan ruang berAC dengan yang tidak, selalu memeriksa lampu jalan dan lampu taman yang sering lupa untuk dimatikan pada siang hari. Prosedur operasional yang tampaknya sederhana ini ternyata dalam pelaksanaannya tidaklah semudah seperti yang dikatakan. Diperlukan petunjuk, teguran, pengawasan yang terus menerus dan melibatkan banyak orang, sampai menjadi suatu kebiasaan atau budaya hemat listrik.

    3. Perbaikan prosedur operasionil secara otomatis.
    Cara seperti no 2 di atas masih mudah dan bisa dilaksanakan untuk gedung pendek atau pabrik kecil, dan akan menjadi sulit dilaksanakan untuk gedung 25 lantai atau pabrik lebih besar dari 5000m2. Untuk mengatasi kesulitan ini, telah tersedia banyak jenis sensor dan actuator untuk berbagai keperluan. Sensor level cahaya, sensor pintu sedang terbuka/tertutup, sensor keberadaan seseorang di dalam ruangan, pengatur waktu otomatis, dan lain sebagainya bisa dirangkai dan dikombinasikan untuk mencapai tujuan penghematan listrik. Konfigrasi jaringan sensor juga bisa direncanakan dengan seksama. Bahkan sekarang juga telah tersedia teknologi ?addressable? sensor, actuator dan monitor. Setiap unit bisa diberi address, dan hubungan antar unit cukup dilihat sebagai antar address. Selama addressnya sama, dimanapun berada, selalu bisa saling berhubungan. Semua koneksi komunikasi dilakukan secara paralel dengan cukup menggunakan 2 kabel telepon biasa. Misalnya sensor keberadaan orang di ruang rapat lantai-17 diberi address nomer 34, maka jika ada orang di dalam, maka lampu ruang (address=34) akan menyala, AC ruang rapat (address=34) akan menyala, lampu tanda minta kopi di pantry (address=34) menyala, lampu tanda monitor di ruang kontrol di basement (address=34) juga menyala. Jika Ruang Rapat tersebut kosong dalam waktu 10 menit, makan semua yang berhubungan dengan address 34 akan mati semua. Petugas jaga di ruang monitor mempunyai kuasa untuk mematikan semua yang berhubungan dengan adress no 34. Semua dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tanpa komputer. Salah satu kelemahan BAS (Building Automation System) terletak pada SDM yang sering ?gaptek? (gagap teknologi) program komputer, baik pada sisi operator maupun manajemen. Dengan demikian, banyak BAS yang tidak dipakai secanggih kemampuannya.

    4. Pemasangan alat penghemat listrik di seluruh instalasi.
    Pada prinsipnya pada kebanyakan beban (peralatan yang memakai listrik), selalu bisa dihemat listriknya walau sedikit. Di sini diperlukan kejelian dan keahlian untuk menentukan memilih jenis beban dan alat yang sesuai untuk penghematan. Beban lampu pijar, lampu neon, pemanas, unit AC, motor, dan lain-lain, semuanya mempunyai alat penghemat yang spesifik/unik berdasarkan kinerja beban, schedul pemakaian beban. Dalam persoalan ini, yang lebih penting adalah ?multiplier effect? dari penghematan yang kecil-kecil ini. Pengertian ?multiplier effect? ini yang masih sulit diterima oleh sebagian besar teknisi/insinyur kita, yang sudah terbiasa dengan penghematan secara parsial. Berapa tingkat penghematan total yang bisa diperoleh untuk suatu instalasi, hanya bisa diestimasi berdasarkan statistik dari banyak program/ proyek yang pernah dilakukan. Perusahaan yang bergerak dalam bidang penghematan energi listrik ini mempunyai rahasia angka ?multiplier? yang tidak bisa dibuka terhadap clientnya. Dengan demikian kontrak yang bisa dilakukan berupa ?Result Oriented Contract?, atau ?Performance Contract?, terhadap tingkat penghematan yang mencakup seluruh instalasi/jaringan listrik dalam satu gedung tinggi, kompleks bangunan atau pabrik. Perusahaan Kontraktor Penghemat Biaya Listrik melakukan audit energi yang biasa dipakai, mencari peluang kemungkinan di mana saja bisa dilakukan penghematan, menghitung/estimasi besar penghematan, menjamin besar penghematan dalam persen, menghitung waktu pengembalian modal (payback period). Dengan cara ini, tingkat penghematan yang bisa dicapai antara 5-20%, dengan payback period sekitar 30 bulan

    5. Perbaikan kwalitas daya listrik.
    Dalam seminar HAEI (Himpunan Ahli Elektro Indonesia), November 2001, terungkap bahwa di beberapa instalasi di Jakarta ditemukan beberapa anomali parameter listrik, misalnya arus netral lebih besar daripada arus fasa, alat pemutus daya bekerja walau beban arus terukur masih 60% dari kapasitasnya, motor lebih cepat panas dari biasanya. Semula hal-hal ini membuat bingung para insinyur listrik dan untuk mengatasinya sementara, mereka menambah ukuran kawat netral, sehingga sama dengan ukuran kawat fasa (yang biasanya cukup setengah dari kawat fasa), memperbesar kapasitas pemutus daya, kapasitas motor dlsb. Di sinilah ternyata telah dilakukan salah satu pemborosan baik berupa biaya listrik bulanan maupun biaya modal investasi. Salah satu penyebabnya adalah adanya ?harmonisa? yang timbul/ada di dalam jaringan listrik.

    Seperti halnya pengetahuan tentang tubuh manusia, harmonisa bisa dianalogikan dengan kolesterol di dalam darah. Kolesterol merambat ke seluruh aliran darah, bisa menyumbat saluran darah, membuat jantung bekerja lebih keras, menyumbat otak, bahkan bisa menghentikan kerja jantung. Harmonisa juga merambat ke seluruh jaringan instalasi, membuat kabel lebih panas, mesin-mesin motor lebih panas (kemampuan menurun), sambungan-sambungan pada pemutus daya lebih panas, trafo utama (jantung bangunan) lebih panas. Hal yang fatal bisa terjadi adalah panas berlebih pada kabel, sambungan kabel dan pada trafo yang bisa meledak dan bisa mengakibatkan kebakaran.

    Harmonisa ini, disamping menjalar di dalam instalasi satu konsumen, bisa menjalar ke instalasi tetangga yang berdekatan, bahkan menjalar sampai ke trafo PLN di Gardu Distribusi dan Gardu Induk. Jadi, tidak heran jika ada Gardu Distribusi atau kabel PLN yang semula aman aman saja, tiba-tiba bisa meledak.

    Harmonisa timbul pada 2 dekade belakangan ini akibat pemakaian alat-alat ?modern?, yang banyak dipakai untuk sistem kontrol yang lebih baik, misalnya inverter, pengatur kecepatan/putaran, UPS (Uninteruptible Power Supply), ballast elektronik, pengatur temperatur pemanas industri (oven, heater) yang menggunakan SCR/chopper, dll.

    Fenomena harmonisa ini tidak bisa dideteksi dengan alat-alat ukur biasa yang ada pada panel kontrol atau tang-amperemeter biasa. Seperti halnya stetoskop biasa yang tidak bisa mendeteksi kolesterol atau kinerja jantung dengan teliti, maka diperlukan alat ECG, maka untuk harmonisa ini juga diperlukan spektrum analyzer yang bisa mendeteksi tingkat harmonisa 1 s/d 31 dan besaran nilai harmonisa dalam persen dan bisa menghitung nilai total harmonisa, pada arus dan tegangan.

    Untuk mengatasi masalah harmonisa ini, bisa dipasang alat penyaring dan penyumbat (filtering and blocking) pada sumber-sumber harmonisa atau pada panel utama konsumen. Dari hasil pengukuran harmonisa bisa ditentukan besaran filter yang sebaiknya dipakai. Jika beban berubah-ubah, nilai filter juga bisa dibuat otomatis berubah sesuai dengan perubahan beban.

    Pemborosan energi juga terjadi pada besaran listrik lain, yakni pada tegangan dan arus yang tidak seimbang, power factor, arus/tegangan surja (surge, impuls), tegangan surut sesaat, kehilangan catu daya sesaat, catu daya hilang 1 fasa. Asosiasi produsen listrik Amerika (NEMA), menerbitkan grafik karakteristik mesin motor, yang menunjukkan bahwa ketidak-seimbangan tegangan supply sebesar 5% saja, bisa mengakibatkan kenaikan panas sebesar 50%, dan mengakibatkan penurunan kapasitas sebesar 25%. Jika mesin motor 10 PK tidak mampu mengangkat beban sebesar 10 PK atau bahkan 8 PK, maka perlu dicurigai, dan ini yang sering lolos dari perhatian manajemen. Teknisi biasanya hanya menyarankan untuk memakai motor yang lebih besar saja, biar aman, tetapi tanpa sadar memboroskan modal dan rekening listrik. Dengan alat ukur dan recorder yang bisa sekaligus, pada saat yang bersamaan, membaca grafik tegangan pada masing-masing fasa, ternyata pada banyak kasus, terjadi perbedaan tegangan fasa sekitar 2 ? 7 Volt. Ketidak-seimbangan arus fasa menyebabkan terjadinya arus netral yang tidak wajar, menyebabkan panas berlebih pada kawat netral (kawat nol), yang juga memboroskan energi. Dengan memasang alat-alat penyeimbang fasa tegangan dan arus, maka kerugian/pemborosan bisa dikurangi. Alat-alat kontrol pabrik atau instalasi gedung bertingkat bisa terganggu akibat tegangan surut sesaat, kehilangan catu daya sesaat, atau catu daya hilang satu fasa. Kerugian akibat berhentinya pabrik atau aktivitas gedung akibat gangguan alat kontrol tersebut tidak mudah untuk dihitung secara umum, tetapi secara kwalitatif pasti terjadi kerugian yang besar pada kasus-kasus khusus, misalnya percetakan koran, pabrik dengan proses batch yang tidak bisa diulang.

    Perbaikan kwalitas daya dengan mengurangi pemborosan yang selama ini dilakukan tanpa disadari, bisa mencapai penghematan total sebesar 5 ? 25% dari rekening bulanan. Angka ini berasal dari statistik program pelaksanaan penghematan energi, dan merupakan ?multiplier effect? dari penghematan kecil-kecil pada tiap parameter listrik.

    Investasi yang diperlukan untuk mendanai program-program penghematan energi ini, dengan tingkat penghematan seperti di atas, dapat kembali dalam waktu sekitar 24 bulan, atau bisa mencapai tingkat ROI (return on investment) sebesar 30-38%. Jika investasi ini dipandang sebagai pendirian usaha baru, maka ini adalah usaha yang memberikan keuntungan pasti, bisa berjalan sendiri, tanpa menambah tenaga kerja, tanpa demo, tanpa pemogokan. Jika bank sekarang ini pada kondisi over-liquid, kenapa tidak menyalurkan dana pada program ini?. Jaminan payback period bisa di perkuat dengan jaminan asuransi, maka ini merupakan lahan baru bagi perusahaan asuransi di Indonesia. Investasi untuk program ini jika dihitung rupiah/kwh terhemat, masih jauh lebih kecil dari pada rupiah/kwh pembangkitan.


    -----------------------------------------------------------------------------------
    Info tentang Penulis
    Prasetyo Roem
    READ MORE - BEBERAPA CARA BARU PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK

    Label

    Blog Archive

    Followers

     

    Copyright © 2009 by General Affair